Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

//

Breaking News:

latest

Wawancara Eksklusif

Berikut ini wawancara eksklusif dengan Dr. Muhammad Zain, M. Ag  selaku Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Diktis Kemenag RI usai...

Berikut ini wawancara eksklusif dengan Dr. Muhammad Zain, M. Ag  selaku Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Diktis Kemenag RI usai mengikuti kegiatan silaturahmi dan sosialisasi penelitian tahun anggaran 2018.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosen yang ingin mengajukan proposal penelitian?

Pertama, dosen itu harus mendaftar minimal lewat laman website http://diktis.kemenag.go.id. Kedua dosen itu harus berkoordinasi dengan ketua LP3M supaya ada pengesahan bahwa dosen ini benar adanya. Dosen yang mendaftar adalah dosen yang memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional)

Berapa jumlah keseluruhan proposal yang telah masuk?

40.735 proposal yang masuk se-Indonesia, jadi berbagai macam cluster atau jenis-jenis penelitian yang dilamar oleh dosen.

Apa saja jenis penelitian yang tersedia?

Jenis penelitian untuk pemula, penguatan akreditasi prodi, jenis penelitian integrasi ilmu (interdisipliner), penelitian kolaborasi nasional. “jadi dosen itu antar temannya.

Bagaimana kebijakan direktoral jenderal pendidikan Islam?

Kebijakan direktoral jenderal pendidikan Islam mengenai riset ini, ditentukan siapa mendapatkan penelitian. Nanti meneliti tahun 2018. Jadi, dosen itu punya kesempatan lebih luas untuk mengembangkan penelitian.

Bagaimana tanggapan bapak melihat dosen peneliti dari STAIN Parepare?

Saya melihat antusiasme yang demikian bagus kita apresiasi telah tumbuh research culture (budaya meneliti) untuk meneliti secara nasional.

Apa harapan bapak setelah melakukan sosialisasi di STAIN Parepare?

Harapan saya pertama, agar dosen itu bukan hanya lincah terlatih untuk mengajar tetapi juga terlatih meneliti. Yang kedua nanti tagihannya, semua yang mendapatkan bantuan penelitian itu pasti ditagih untuk publikasi hasil temuan researchnya itu di jurnal-jurnal terakreditasi baik nasional maupun internasional. Jadi research itu harus berfungsi ilmu dan research , sekecil apapun bantuan yang diterima harus berujung pada publikasi.

Tidak ada komentar