Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

//

Breaking News:

latest

Peresmian IAIN Parepare akan dihadiri Menteri Agama RI

IAIN Parepare--- STAIN Parepare yang telah berubah bentuk menjadi IAIN Parepare akan segera melakukan peresmian (launching) yang direncanak...

IAIN Parepare--- STAIN Parepare yang telah berubah bentuk menjadi IAIN Parepare akan segera melakukan peresmian (launching) yang direncanakan dalam bulan Juli ini (Baca berita perubahan bentuk) . Persemian tersebut rencananya akan dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia (RI) Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin.

Dalam rapat yang dilaksanakan di ruang seminar Pascasarjana IAIN Parepare,  Dr. Ahmad Sultra Rustan selaku Rektor IAIN Parepare menginstruksikan melakukan persiapan. "Kegiatan ini sekalipun waktu pelaksanaan masih ada tenggang waktu, saya harap kita semua senantiasa siap," ungkap Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan, Jum'at (13/07).

[caption id="attachment_8325" align="alignnone" width="300"] Foto: Sisi Kiri Dr. Muhammad Saleh (Ketua Panitia Peresmian IAIN Parepare), Dr. Ahmad Sultra Rustan (Rektor IAIN Parepare), Dr. H. Sudirman. L (Plt. Wakil Rekstor II).[/caption]

Selain melibatkan dosen dan staf setiap unit kampus dalam kepanitiaan peresmian IAIN Parepare juga turut melibatkan unsur mahasiswa. Dr. Muhammad Saleh selaku Ketua Panitia mengungkapkan rapat tersebut dilakukan guna memberi arahan terkait desain ataupun setting (pengaturan) acara peresmian. "Rapat ini bukan lagi rapat perdana yang seperti biasanya tapi  rapat ini sudah menjadi titik awal untuk kita melakukan aksi, memulai pekerjaaan, apa hal yang harus kita benahi dalam rangka peresmian IAIN ini," jelas Ketua Panitia Peresmian IAIN Parepare, Muhammad Saleh saat ditemui usai rapat.

Di akhir rapat, Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan mengajak kepada segenap unsur yang tergabung dalam kepanitiaan agar selalu kompak, gotong royong serta ikhlas dalam bekerja demi suksesnya kegiatan peresmian. "Kita berada dalam budaya bugis yaitu budaya gotong royong, selalu kita ikhlas dalam melakukan kegiatan. Karena yakinlah orang ikhlas itu akan diberikan pahala, diberikan berkah dan  rezeki dari yang tidak mereka sangka-sangka juga", tutupnya.

 

Tidak ada komentar