Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

//

Breaking News:

latest

Rektor Buka Pekan Olahraga dan Resmikan Pusat Olahraga

IAIN Parepare--- Pembukaan pekan olaraga dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang ke 73 tahun, juga dirangk...

IAIN Parepare---Pembukaan pekan olaraga dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang ke 73 tahun, juga dirangkaikan dengan peresmian penggunaan lapangan IAIN Parepare, Senin (13/08). Lapangan tersebut terdiri dari lapangan futsal dan lapangan tennis.

Ketua panitia pekan olaraga, A. Nurkidam mengungkapkan sebanyak 375 atlet yang terdiri dari berbagai perwakilan unit kampus, dosen, dan mahasiswa. Adapun jenis olaraga yang dipertandingkan seperti vollyball, futsal, tennis lapangan dan lomba masak.

[caption id="attachment_8559" align="alignnone" width="300"] Foto: Ketua Panitia, Drs. A. Nurkidam, M. Hum[/caption]

Kegiatan berlangsung mulai 13 Agustus yang dijadwalkan akan berakhir pada 17 Agustus 2018 sebagai  puncak acara pengumuman para pemenang lomba.

Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan berharap agar tetap berorientasi pada suportivitas dan objektivitas. "Mari kita objektif dalam mengikuti lomba ini, supaya kita bisa memiliki bibit-bibit olaraga  yang bisa kita utus dalam kegiatan-kegiatan atau event-event baik itu nasional ataupun domestik,"ajaknya.

[caption id="attachment_8560" align="alignnone" width="300"] Foto: Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si (Rektor IAIN Parepare)[/caption]

Lebih lanjut Ahmad Sultra Rustan menjelaskan kegiatan pekan olaraga tersebut dapat menjadi miniatur pemilu 2019. "Yang menang, kita harus akui menang. Sepertinya apa yang akan kita hadapi dalam pemilu 2019 itu, ada miniaturnya disini. Siapapun juaranya harus itu kita akui sebagai juara," jelasnya.

[caption id="attachment_8561" align="alignnone" width="300"] Foto: Tennis Lapangan[/caption]

Selain itu, Ahmad Sultra Rustan juga mengajak agar senantiasa memelihara lapangan IAIN Parepare dan menggunakan lapangan sesuai dengan fungsinya. "Kalau mau digunakan sebagai tempat lomba baca puisi, bolehlah karena itu ringan. Kalau mau digunakan sepak bola tentu tidak bisa karena ukurannya yang memang tidak memadai juga kontruksinya yang tidak dirancang untuk sepak bola," jelasnya saat memberi sambutan.

 

 

[caption id="attachment_8563" align="alignnone" width="300"] Foto salah satu tim lomba memasak[/caption]

 

[caption id="attachment_8564" align="alignnone" width="300"] Foto Dewan Juri lomba masak: St. Mulyani, S. Ag (sisi kiri) dan Hj. Musyarafah, S. Sos, M. Si (sisi kanan)[/caption]

 

Tidak ada komentar